Laga Premier League Tunjukkan Dominasinya Musim Ini

Laga kompetisi ajang Premier League musim ini lebih menunjukkan dominasinya. Empat klub papan atas seperti Tottenham Hotspurs, Liverpool, Arsenal dan Chelsea dipastikan akan saling bersihteruh dalam puncak ajang Liga Champions dan Liga Europa.

Tidak dipungkiri lagi jika Premier League menasibkan dirinya sebagai ajang kompetisi paling hebat sejagat raya.

Kemampuan dari klub-klub yang berpartisipasi, ivenstor dari berbagai pihak dan pendapatan dari hal siar yang tinggi membuat kompetisi tersebut memiliki kekuatan finansial yang tinggi di Eropa dan dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Laga kompetisi ajang Premier League musim ini lebih menunjukkan dominasinya

Berdasarkan laporan dari media Guardian, dominasi dari ajang Premier League jika dilihat dari segi finansialnya masih akan kembali berlanjut setelah 20 klub perserta lainnya mengeluarkan laporan tahunan dikompetisi musim 2017-2018.

Sepanjang satu musim periode fiskal saat itu, terdapat 20 klub yang menjadi kandidat kompetisi Premier League. Dari musim tersebut mereka memperoleh pendapatan sebesar 4,827 Triliun Poundsterling.

Pendapatan tersebut merupakan pendapatan tertinggi jika dibandingkan dengan 42 klub yang berada dalam dua divisi ajang Liga Spanyol, tetapi juga tidak dapat mendekati dengan apa yang sudah diperoleh oleh 20 klub Premier League dalam periode musim yang sama.

Dalam kompetisi ajang Premier League, kekuatan finansial yang dimiliki oleh enam klub papan atas seperti, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal. Tottenhan dan Chelsea, jika dibandingkan dengan 14 klub lainnya sangat mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal tersebut terjadi berkat hak siar yang terus mengalami peningkatan dan tambahan pendapatan dari para investor dalam ajang Premier League dan Europa League.

Gempar Di Sosmed Soal Maurizio Sarri Akan Digantikan Oleh Pelatih Wanita

Berada dibawah kepelatihan dari Maurizio Sarri, performa Chelsea tidaklah terlalu mengecewakan. Namun dengan raihan tersebut membuat posisi sang pelatih tersebut masih belum jelas.

Beberapa kabar menyatakan bahwa posisi kepelatihannya di Chelsea akan digantikan dengan sosok pelatih wanita. Dimusim ini Chelsea tampil cukup baik seelah berhasil finis diposisi ketiga dipapan klasemen Premier League.

Sarri bahkan berhasil membawa The Bkues maju kebabak final ajang Liga Europa dan akan berhadapan dengan Arsenal pada Rabu, 29 Mei 2019, dini hari WIB.

Tidak hanya itu saja, Chelsea juga berhasil masuk dibabak final ajang Piala Carabao walaupun harus kalah saat berhadapan dengan Manchester City lewat adu pinalti.

Berada dibawah kepelatihan dari Maurizio Sarri, performa Chelsea tidaklah terlalu mengecewakan

Terlepas dari perolehan cukup baik tersebut, masa depan dari Sarri di Stamford Bridge masihlah belum jelas.

Ditengah kabar yang menyebutkan bahwa ada berapa kandidat terkuat seperti Massimiliano Allegri, Diego Simeone dan Gianfranco Zola, muncul nama Emma Hayes yang menjadi sorotan.

Dilansir dari media Sportbible, Emma Hayes dikabarkan akan menjadi kandidat untuk menggantikan posisi kepelatihan dari Maurizio Sarri dimusim depan.

Pelatih wanita Chelsea berusia 42 tahun ini adalah sosok pelati yang sangat populer. Dimusim ini, dirinya berhasil mengantarkan The Blues maju keposisi tiga besar ajang Liga Super Wanita dan babak semifinal ajang Liga Champions wanita.

Untuk Hayes sendiri pernah mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik untuk bisa beralih menangani tim pesepakbola pria. Walaupun kabar ini belum tentu benar, beberapa reaksi dari para penggemar Chelsea juga turut mencuat dimedia sosial pribadi Twitter.

Para penggemar tersebut berpendapat bahwa Emma Hayes akan diperlakukan secara buruk oleh para penggemar pria dari klub berjulukan The Blues karena mereka akan merasa aneh jika wanita yang menaungi tim kesayangan mereka.

Masa Depan James Rodriguez Ditentukan Setelah DFB Pokal

Direktur olahraga dari klub pesepakbola Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic, masih melakukan pertimbangan dan belum bisa memastikan mengenai masa depan dari James Rodriguez di Bayern Munchen.

James Rodriguez yang berstatus sebagai pemain pinjaman di Munchen akan berakhir pada tahun depan tepatnya Juni 2019. Munchen meminjam Rodriguez dari Real Madrid pada awal musim 2017-2018 dengan opsi pembelian.

Bayen Munchen diwajibkan untuk membayar Madrid dengan nilai jual sebesar 42 Juta Euro jika ingin menebus Rodriguez. Namun menjelang berakhirnya masa peminjaman dari pemain tersebut, Munchen masih diam dan belum mau memberikan kepastian.

Salijamidzic mengatakan. “Sampai saat in masih belum ada keputusan mengenai masa depan dan kelanjutan soal status Jamez Rodriguez. Kami akan melakukan pertemuan dan akan membahasnya setelah ajang DFB Pokal”.

Direktur olahraga Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic, masih belum bisa memastikan mengenai masa depan James Rodriguez di Bayern Munchen

Beyern Munchen memang dipastikan akan merasakan keberatan untuk tetap bisa mempertahankan Rodriguez karena mengingat minimnya kontribusi yang diberikan oleh Rodriguez untuk Munchen.

Dengan cedera yang dialami oleh Rodriguez, dirinya hanya mampu mencatatkan 20 kali penampilan. Untuk para pendukung Bayern Munchen juga dikabarkan tidak terlalu khawatir jika nantinya Rodirguez akan hengkang dari Munchen.

Jikapun nanti Rodriguez kembali ke Real Madrid, sang pelatih Zinedine Zidane mengkonfirmasi bahwa sudah tidak ada tempat lagi untuk Rodriguez. Mereka berdua memang tidak memiliki hubungan baik. Dan karena Zidane jugalah yang membuat Rodriguez dibuang dari klub Real Madrid.

Kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah Real Madrid akan langsung menjual Jamez Rodriguez keklub yang menginginkannya jika Munchen memutuskan untuk tidak memanenkannya. Liverpool dan Manchester United dikabarkan sangat tertarik dengan Jamez Rodriguez.

Usia Tak Muda Penyebab Performa Gonzalo Higuain Mengecewakan

Dengan keputusan The Blues merekrut Gonzalo Higuain membuat banyak pihak merasa heran. The Blues merekrut Higuain sebagai pengganti Alvaro Morata yang saat ini berstatus sebagai pemain pinjaman di Atletico Madrid.

Selain performa Higuain yang kurang saat bersama dengan Inter Milan, usia yang tak muda dari Higuain juga dianggap sebagai penyebab performanya menjadi mengecewakan. Higuain saat ini sudah memasuki usia yang ke-31 tahun.

Tidak hanya itu saja, The Blues sebenarnya masih memiliki opsi lain yaitu dengan mengandalkan Olivier Giroud. Usia Giruoud memang lebih tua dari Higuain yaitu 32 tahun, tetapi performa yang dimiliki Giroud lebih konsisten ketimbang Higuain.

Giroud memnag jarang mendapatkan kesemptan bermain dalam ajang Premier League tetapi dirinya berhasil membutikan dan tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan oleh Maurizio Sarri.

Giruoud menjawab kepercayaan yang diberikan Sarri saat dirinya diputuskan untuk bermain diajang Europa League. Dirinya berhasil mencetak 10 gol dan juga sudah berhasil mengantarkan The Blues maju kebabak semifinal.

Bahkan Giroud yang juga eks pemain dari Arsenal ini berhasil menjadi pesepakbola top soccer sementara.

Kemudian salah satu alasan terkuat untuk Chelsea tidak harus mempermanenkan Gonzalo Higuain adalah pihak klub lebih ingin mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas 2019 karena pasti akan leih banyak pilihan untuk pemain baru yang bisa dipertimbangkan oleh klub.

Dua nama yang dikabarkan akan masuk kedalam daftar belanjaan The Blues adalah Luka Jovic yang saat ini masih menjalankan karirnya di Eintracht Frankfurt dan Timo Werner yang saat ini sedang berkarir di RB Leipzig.

Performa dari kedua pemain tersebut bisa dibilang cukup sangat konsisten bersama dengan masing-masing klub. Mereka juga merupakan pemain termuda yaitu baru saja menginjak usia 21 tahun dan 23 tahun.

Antoine Griezmann Resmi Mengumumkan Kepergiannya Dari Atletico Madrid

Antoine Griezman secara resmi mengumumkan kepergiannya dan mengucapkan salam perpisahan dengan Atletico Madrid. Griezman memutuskan untuk hengkang dari Atletico setelah lima musim bersama dengan klub juara Piala Dunia 2018.

Pengumuman resmi tersebut diungkapkan Atletico Madird lewat akun sosial media Twitter pada selasa, (14-05-2019) waktu setempat.

Dalam akun sosial media twitter pribadi milik Atletico Madrid, mereka menuliskan “Antoine Griezmann sudah menginformasikan kepda klub bahwa dirinya tidak akan lagi melanjutkan karirnya di Atletico Madrid pada musim depan”

Antoine Griezman secara resmi mengumumkan kepergiannya dan mengucapkan salam perpisahan dengan Atletico Madrid

Griezmann akan menjalankan laga terakhirnya bersama dengan Atletico kontra Levante dalam ajang La Liga dengan bertandang kemarkas Levante pada Sabtu, (18-05-2019).

Sebelum kabar tersebut secara resmi dikeluarkan oleh Atletico, Griezmann diketahui sudah melakukan pertemuan dengan sang pelatih, Diego Simeone dan juga petinggi klub, Miguel Angel Gil Marlin guna mengeluarkan keinginannya untuk hengkang dari Atletico.

Simeone mengatakab bahwa dirinya ingin mendengarkan secara langsung jawaban dari Griezmann mengenai kabar hengkangnya yang sedang berkembang belakangan ini.

Simeone ingin mengetahui jawaban dari Griezmann apakah pemainnya tersebut akan tetap bertahan atau pergi meskipun kepergian dari Griezmann merupakan hal yang ditakuti oleh Simeone.

Dalam pertemuan yang sudah dilakukan, Griezmann sangatlah terbuka dan jujur. Griezmann sudah menyatakan tekadnya untuk mengakhiri ini semua dengan Atletico Madrid.

Keputusan Griezmann tersebut semakin menguatkan kabar yang menyatakan bahwa dirinya akan hijrah ke Barcelona.

Ernesto Valverde Masih Mendapatkan Kepercayaan Penuh Dari Petinggi Barcelona

Pelatih asal Barcelona, Ernesto Valverde percaya bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan dan dukungan penih dari petinggi klub. Dirinya optimis masih akan tetap mendapatkan kursi kepelatihan Blaugrana untuk musim yang akan datang.

Valverde juga sangat santer dengan kabar yang menyatakan bahwa dirinya akan dipecat dari El Barrca pada akhir musim ini. Keputusan tersebut tidak lepas dari kegagalan Barcelona yang harus gagal lolos kebabak final ajang Liga Champions.

Memang sangat mengejutkan saat Blaugrana harus tersingkir dari Livepool pada babak fase semifinal dengan skor agregat 3-4 pada putaran bertama yang berlangsung di Camp Nou.

Pelatih asal Barcelona, Ernesto Valverde percaya bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan dan dukungan penih dari petinggi klub

Barcelona sebelumnya mampu menang dengan skor akhir 3-0 akan tetapi pada putaran kedua laga yang berlangsung di Stadion Anfield, Lionel Messi dkk harus takluk terhadap Liverpool dengan skor akhir 4-0 tanpa adanya balasan.

Walaupun sudah meraih hasil yang kurang memuaskan tersebut, Valverde percaya bahwa posisi kepelatihannya di Barcelona akan tetap aman. Dirinya pun menyatakan bahwa tim besutannya tersebut akan melupakan kegagalan dan siap meyudahi musim ini dengan hasil positif.

Prestasi dari pelatih yang kini sudah memasuki usia 55 tahun ini tidaklah terlalu buruk pada musim ini. Valverde mampu membawa klub asal Catalan, Barcelona ini menjadi juara ajang La Liga dan memiliki peluang untuk meraih trofi kemenangan ajang Copa del Rey.

Lecce Kembali Ke Serie A Musim Depan

Lecce akhirnya mampu kembali ke kasta tertinggi sepakbola Italia setelah berhasil memastikan promosi ke Serie A menyusul kemenangan 2-1 yang diraih atas Spezia. Hasil ini mengakhiri penantian tujuh tahun mereka untuk bisa kembali tampil di ajang Serie A.

Pencapaian Lecce ini cukup mengagumkan mengingat musim lalu mereka baru saja promosi dari serie C. Lecce menjadi klub kelima yang berhasil meraih promosi ganda dari kasta ketiga ke Serie A selama lima musim terakhir. Selain Lecce, empat klub yang juga mencatatkan hasil serupa yakni SPAL, Frosinone, Parma, dan Benevento.

Sebelum pertandingan ini digelar Lecce mengantongi keunggulan satu poin dari Palermo yang hanya berhasil bermain imbang 2-2 dengan Cittadella. Tuan rumah berhasil unggul lebih dulu ketika Jacopo Petriccione berhasil mencatatkan namanya di papan skor di menit kesembilan. Keunggulan Lecce lantas diperbesar oleh Andrea La Mantia saat pertandingan menginjak menit ke-27.

Spezia yang sukses mengamankan satu posisi di zona play-off hanya mampu memperkecil skor menjadi 2-1 tujuh menit jelang pertandingan berakhir. Kemenangan ini memastikan Lecce mengamankan posisi kedua klasemen dibawah Brescia yang sebelumnya telah memastikan promosi ke ajang Serie A terlebih dahulu.

Dua tim teratas memang dipastikan akan otomatis promosi ke ajang Serie A. Sementara satu tiket lainnya akan diperebutkan lewat babak play-off yang diikuti oleh tim dari peringkat ketiga sampai kedelapan.

Salah satu penggawa Lecce memiliki darah Indonesia dari ayahnya meski berkewarganegaraan Belanda. Pemain tersebut yakni Thom Haye yang berposisi sebagai gelandang.

Pemain berusia 24 tahun itu sebelumnya pernah memperkuat dua tim Belanda sebelum membela Lecce. Kedua tim yang dibela Haye adalah AZ dan Willem II Tilburg. Musim ini Haye tercatat tampil dalam 13 pertandingan bagi Lecce.

Hazard Sebut Arsenal Berstatus Favorit di Final Liga Eropa

Winger Chelsea, Eden Hazard mengaku bahwa pertemuan timnya dengan Arsenal di Final Europa League musim ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi The Blues.

Pemain tim nasional Belgia itu menilai bahwa dalam tiga musim terakhir The Gunners telah berubah menjadi tim yang lebih baik dari Chelsea.

Kedua tim asal London itu memang baru saja memastikan langkah mereka ke partai puncak Europa League musim ini dengan menyingkirkan lawan masing-masing dini hari tadi.

Arsenal yang telah unggul 3-1 di leg pertama kembali meraih kemenangan meyakinkan di markas Valencia untuk mengantongi keunggulan agregat 7-3 atas wakil Spanyol tersebut. Sementara itu, Chelsea kembali bermain imbang 1-1 melawan Eintracht Frankrut di leg kedua yang berlangsung di Stamford Bridge sehingga memaksa kedua tim harus menjalani babak adu penalti untuk menentukan kelolosan. Di babak tos-tosan ini, tim besutan manajer Maurizio Sarri sukses mengalahkan lawannya dengan skor 4-3.

Usai pertandingan berakhir, Hazard mengaku khawatir karena harus bertemu dengan Arsenal di partai final nantinya.

“Kami selalu mengalami kesulitan ketika menghadapi mereka setidaknya selama dua atau tiga musim terakhir. Meski demikian, kami harus menunjukkan kemampuan yang kami miliki untuk bisa memenangi pertandingan yang akaan berlangsung di Baku nanti,” ucap pemain yang dirumorkan akan segera hengkang dari Chelsea untuk bergabung bersama dengan Real Madrid musim depan.

Spurs Pastikan All England Final Liga Champions

Wakil Premier League, Tottenham Hotspur menunjukkan semangat pantang menyerah ketika bertandang ke markas Ajax Amsterdam, Johan Cruijff Arena di leg kedua babak semifinal Liga Champions dini hari tadi.

Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, klub asal London Utara itu bangkit dan menang secara dramatis dengan skor 2-3 yang meloloskan mereka ke partai final dengan keunggulan gol tandang.

Ajax yang mengantongi keunggulan agregat 1-0 berkat kemenangan di markas Spurs di leg pertama terlihat berada di jalur yang benar untuk lolos ke partai puncak saat kapten tim, Matthijs de Ligt menjebol gawang Spurs di menit keempat pertandingan.

Gol itu membuat tempo permainan semakin meningkat dan kedua tim bermain sangat terbuka untuk mendapatkan gol tambahan. Tuan rumah lantas semakin berada di atas angin saat Hakim Ziyech berhasil menaklukkan Hugo Lloris lewat kerja samanya dengan Dusan Tadic di menit ke-35.

Skor 2-0 ini bertahan hingga turun minum dan membuat agregat sementara menjadi 3-0 untuk Ajax.

Tampil sangat baik di babak pertama, bencana justru hadir untuk Ajax di babak kedua setelah Spurs bangkit dengan melesakkan tiga gol balasan.

Gol pertama Spurs hadir di menit ke-55 setelah pergerakan Dele Alli di lini belakang Ajax memudahkan Lucas Moura memperkecil kedudukan.

Gol itu memantik semangat para pemain Spurs untuk mencari gol tambahan. Hasilnya hanya berselang empat menit The Lilywhites sukses menyamakan skor menjadi 2-2 lewat aksi individu Moura.

Gol kedua Moura ini benar-benar memberikan tekanan besar bagi para pemain Ajax karena satu gol lagi dari Spurs maka akan otomatis menyingkirkan mereka. Ketakutan akan hal itu akhirnya benar-benar terjadi tepatnya di menit keenam injury time! Moura benar-benar menjadi pahlawan Spurs setelah berhasil mencetak hattrick sekaligus memastikan tiket final Liga Champions sepanjang sejarah bagi timnya.

Comeback dramatis Spurs ini memastikan all England Final akan terjadi di Liga Champions musim ini dengan laga puncak mempertemukan Liverpool dengan Tottenham Hotspur.

Milan Kembali Ke Jalur Kemenangan

Usai nihil kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, AC Milan akhirnya mampu kembali ke jalur yang benar usai berhasil menaklukkan Bologna dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan Serie A Italia.

Kemenangan ini membawa Rossoneri kembali ke zona Eropa musim depan dengan mengisi posisi kelima klasemen sementara. Tim besutan pelatih Gennaro Gattuso itu saat ini masih tertinggal tiga angka di belakang Atalanta yang menghuni slot terakhir zona Liga Champions di posisi keempat.

Melihat musim ini masih menyisakan tiga pertandingan, maka Milan masih berpeluang untuk memenuhi target mereka musim ini yakni lolos ke ajang Liga Champions musim depan.

Kekalahan ini membuat Bologna tidak beranjak dari posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 37 poin dari 35 pertandingan.

Bologna yang berstatus tim tamu tampil mengejutkan dengan berhasil menekan lini belakang Milan di awal-awal pertandingan. Meski demikian, Rossoneri yang mampu unggul lebih dulu ketika Suso mampu mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-37. Keunggulan satu gol bagi Milan ini bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Bologna tetap tampil dengan penuh percaya diri untuk terus memberikan tekanan kepada Milan. Meski berada di bawah tekanan Bologna, serangan Milan terlihat lebih efektif sehingga mereka mampu memperlebar skor di menit ke-67 lewat aksi Fabio Borini.

Berselang lima menit dari gol Borini, skor kembali berubah setelah Bologna berhasil memperkecil skor melalui gol dari Mattia Destro. Penyerang asal Italia itu mampu mengkonversi umpan dari Nicola Sansone dengan baik. Skor 2-1 untuk keunggulan Milan ini bertahan hingga 90 menit pertandingan berakhir.