Zack Steffen Siap Untuk Bergabung Ke Manchester City

Kiper dari tim nasional Amerika Serikat, Zack Steffen telah mencapai masanya untuk lepas dari U-23. Zack Steffen telah mencapai usia 23 tahun saat ini dan telah menunjukkan performa hebatnya saat dirinya menjaga gawang dari Colombus Crew Sc. Dirinya merupakan bibit baru berbakat yang pastinya akan diincar oleh banyak klub-klub hebat nantinya. Saat ini Zack Steffen dikabarkan telah sedang berada dalam proses transfer ke salah satu klub sepakbola ternama, Manchester City. Meski masih di usia yang sangat muda, tidak tanggung-tanggung harga transfer dari Zack Steffen ini mencapai 9 Juta Euro.

Sayang, Zack Steffen sepertinya memiliki kendala untuk mendapatkan perizinan dari pemerintahan Inggris yang membuat dirinya tidak dapat langsung berkancah bersama Manchester City. Meski begitu, Manchester City tetap akan memboyong dirinya yang rencananya sementara akan dijadikan status pinjaman ke Liga lain. Manchester City merencanakan untuk meminjamkan dirinya ke salah satu klub di Liga Perancis yang bertanding di Liga Ligue 1.

Kancahnya bersama dengan tim nasional Amerika Serikat, Zack Steffen telah mencatatkan 6 caps. Hal tersebut tentunya mencuri pandangan dari para pengamat sepakbola. Bakat dirinya telah terlihat jelas dari sana dan itu adalah hal yang sangat impresif. Diprediksi bahwa Zack Steffen berkemungkinan besar untuk bergabung di dalam deputi utama kiper dki Manchester City. Layaknya Ederson Moraes di Manchester City saat ini.

Ibra Mengaku Lelah Saat Di Juve

Posisi pemain sepakbola sebagai Striker atau penyerang bisa dibilang menjadi posisi yang paling sulit. Tidak heran, pemain dengan posisi penyerang yang benar-benar memiliki kualitas akan sangat cepat naik daun. Hal tersebut berlaku pada Zlatan Ibrahimovic, mantan penyerang dari klub-klub besar seperti Juventus, Manchester United, dan Inter Milan. Saat ini dirinya tengah menikmati masa-masa pra pensiunnya di LA Galaxy.

Dirinya saat ini telah berumur 37 tahun dan tentunya sudah tidak segagah dia 10 tahun yang silam. Dirinya bisa sampai seperti hari ini adalah berkat latihan yang konsisten dan persisten. Tidak ada komplain, tidak ada alasan, yang ada hanyalah tujuan bagi Ibra. Ibra mengaku lelah saat di Juve, latihan menembak saat dilatih oleh Fabio Capello membuat dirinya seperti mesin. Terkadang dia merasa sangat lelah, capek untuk melihat bola dan mistar gawang dan ingin pulang lebih awal. Namun dengan hanya satu panggilan “Ibra”, dirinya mengerti apa yang harus ia lakukan kembali, menembak dan menembak.

Meski hal tersebut tidak berefek langsung pada peraihan gol dirinya di serie A pada waktu itu, namun hal itu pasti membuat dirinya lebih baik. Di Liga Italia tersebut, Penyerang selalu sangat sulit karena permainan di liga Italia sangat penuh dengan taktik. Tidak boleh ada satupun kesempatan tembakan yang boleh lolos dari arah gawang.

Timnas Lebanon Tak Berkutik Melawan Timnas Australia Di International Friendly

Timnas Lebanon baru saja bertandang ke markas besar Australia dalam ajang pertandingan International Friendly. Timnas Lebanon tak berkutik melawan timnas Australia di International Friendly tersebut. Hal tersebut terlihat jelas karena timnas Lebanon sama sekali tidak membahayakan gawang timnas Australia. Dari awal pertandingan sampai akhir, Pelatih timnas Lebanon tampak kebingungan mengubah taktik tim. Berikut ulasan pertandingan Australia Vs lebanon dalam ajang persahabatan kedua negara tersebut.

Di awal pertandingan terlihat beberapa kali Australia sudah memberikan tekanan untuk timnas Lebanon. Tak mau menghabiskan banyak waktu, di menit ke 19 Timnas Australia sudah memetik 1 skor dari Lebanon lewat Martin Boyle. Manuver demi manuver dilakukan oleh Timnas Australia untuk penetrasi ke pertahanan Timnas Lebanon. Di menit ke 41, akhirnya Australia berhasil menggandakan skor menjadi 2-0 melalui Martin Boyle lagi. Pertandingan babak pertama tersebut berakhir dengan keunggulan bagi Timnas Australia.

Setelah lepas istirahat, kedua timnas tersebut kembali bermain dengan ritme yang tidak jauh berbeda dari babak pertama. Dominasi bola lebih dominan kepada timnas Australia dengan total 65% dari pertandingan. hal tersebut mendukung kembali tercetaknya gol ke gawang Lebanon bagi Timnas Australia. Di menit ke 68, Timnas Australia kembali berhasil membobol gawang Lebanon tanpa kesulitan melalui Mathew leckie.

Setelah tertinggal 3 angka, kesebelasan tampak bekerja lebih keras untuk menjaga lini pertahanan mereka. Tidak tanggung-tanggung, Timnas Australia sama sekali tidak memberikan kesempatan baik bagi timnas Lebanon untuk melakukan penyerangan. Dalam keseluruhan pertandingan Timnas Lebanon sama sekali tidak melepaskan tembakan yang mengarah langsung ke gawang dari Timnas Australia.

 

Pasukan Oranye Berhasil Menghadang Kemenangan Jerman

Bertandang ke markas besar lawan tentunya memberi tekanan tersendiri kepada para pemain, namun hal tersebut sepertinya tidak berlaku pada timnas Belanda. Sempat tertinggal 2 skor di awal pertandingan, Pasukan oranye berhasil menghadang kemenangan Jerman di akhir pertandingan. Pertandingan dramatis antara timnas Jerman melawan timnas Belanda tersebut berlangsung di Stadion Veltins-Arena, Jerman. Berikut ulasan pertandingan Jerman Vs Belanda dalam ajang UEFA 2018 tersebut.

Pembukaan pertandingan tersebut mendapat tepukan tangan yang cukup meriah dari para supporter Jerman. Hal tersebut karena Timo Werner berhasil mencetak angka di menit kesembilan pertandingan tersebut. Menambah keceriaan para fansnya, Jerman menggandakan skor lewat Leroy Sane di menit ke 19. Tak tinggal diam, timnas Belanda sempat membalas dengan gempuran lini pertahanan Jerman namun gagal membuahkan skor. Babak pertama berhasil dimenangkan oleh Jerman dengan skor 2-0 atas Belanda.

Pada babak kedua, Jerman maupun Belanda bermain dengan ritme cukup cepat. Namun tidak berhasil membuahkan gol sama sekali di awal babak kedua tersebut. Sampai pada akhirnya, Timnas Belanda mencetak Gol pertama mereka di penghujung babak kedua tersebut. Gol ke gawang timnas Jerman tersebut diciptakan melalui Quincy di menit ke-85. Seperti kehabisan waktu, Timnas Belanda menguras tenaga terakhir mereka untuk mengejar ketertinggalan skor. Usaha pasukan Oranye tersebut pun membuahkan hasil yang manis dengan gol pada menit ke 90 melalui Virgil. Tidak lama kemudian, peluit wasit mengakhiri pertandingan dan alhasil Jerman tidak jadi menang meski sempat memimpin pertandingan dengan baik.

Sengit, Italia Vs Portugal Berakhir Seimbang

Liga UEFA Nations dini pagi hari tadi berlangsung Sengit, Italia Vs Portugal berakhir seimbang. Pertandingan antara dua negara jago sepakbola tersebut diadakan di Stadium Sepakbola San Siro, Italia. Karena pertandingan yang berakhir seimbang, Italia aman dari degradasi dan berpeluang untuk mendapat tiket sampai ke babak final. Berikut ulasan singkat dari pertandingan Italia melawan Portugal di Liga UEFA Nations 2018.

Di awal pertandingan, Timnas Italia lebih mendominasi permainan dimana Portugal hanya bisa menutup peluang-peluang Italia untuk mencetak skor. memang dari ajang-ajang laga sebelumnya, Timnas Italia selalu menang dari Timnas Portugal dalam berbagai ajang kompetisi. namun sayangnya, dari begitu banyaknya manuver-manuver berbahaya dari timnas Italia berhasil digagalkan oleh Timnas Portugal.

Pada babak kedua, hampir sama dengan babak pertama dimana Timnas Italia juga lebih mendominasi pertandingan daripada Portugal. Pada pertandingan tersebut memang, Portugal tidak diperkuat oleh Cristian Ronaldo, mungkin akan berbeda jika bintang lapangan hijau ini ikut dalam pertandingan tersebut.

Lini pertahanan Timnas Portugal benar-benar sangat diuji dengan penguasaan bola dari Timnas Italia sekitar 70% dari keseluruhan pertandingan. Namun mereka berhasil bertahan hingga akhir pertandingan tanpa kebobolan, hal ini membuktikan betapa solidnya pertahanan timnas portugal. Dalam keseluruhan pertandingan Portugal juga sempat mendapatkan beberapa peluang melepaskan tembakan sebanyak 9 kali. Namun sayangnya penetrasi yang dilakukan kurang cermat alhasil hanya 1 tembakan saja yang mengarah ke gawang Italia.

 

 

Jerman Menang Telak Dari Rusia Di International Friendly

Timnas Jerman Menang Telak Dari Rusia Di International Friendly dini hari pagi tadi. Pertandingan tersebut digelar di Stadium Red Bull Arena dengan Jerman sebagai Tuan Rumah dan Rusia sebagai Tim Tamu. Jerman berhasil menghibur para fans di tanah air mereka dengan persembahan kemenangan mutlak pertandingan itu. Berikut ulasan singkat pertandingan antara Jerman melawan Rusia tersebut.

Sejak peluit babak pertama dimulai, Kesebelasan Jerman tanpa ragu menggempur timnas Rusia. Pada menit ke-8 saja, gawang Rusia telah berhasil dibobol oleh Jerman melalui Leroy Sane. Leroy Sane kembali mendapat peluang emas di menit 23 namun berhasil diamankan oleh Kiper Rusia Andrey Lunev. Kembali dengan serangan cepat, Jerman berhasil menggandakan skor mereka melalui Niklas Sule di menit ke 25. Seakan haus gol, Kesebelasan Jerman kembali mencetak angka pada menit ke 40 melalui serge Gnarby. 3 skor tersebut tercipta oleh Jerman tanpa kebobolan sama sekali oleh Rusia.

Pada babak kedua, Jerman tidak berhenti untuk kembali mengecoh Rusia untuk melakukan penetrasi. Namun sangat disayangkan kesempatan demi kesempatan Jerman di babak kedua tersebut tidak berhasil menjadi skor bagi mereka. Sedangkan Timnas Rusia mencoba membangun serangan dengan hati-hati tapi tetap konservatif dalam antisipasi kebobolan kembali. 3 Gol pada babak pertama menjadi total keseluruhan gol pada pertandingan tersebut karena tidak ada gol sama sekali pada babak kedua. Dengan begitu, Timnas Jerman berhasil menang telak dari Rusia dengan skor 3-0 di ajang International Friendly.