Guillem Balague : Sebaiknya Ramsey Keluar Dari Inggris

Aaron Ramsey

Ibcebetkita.co  –  Masa depan pemain Arsenal, Aaron Ramsey memang sedang menjadi sorotan publik usai sang pemain gagal mendapatkan kesepakatan perpanjangan kontrak baru bersama klub. Guillem Balague yang merupakan pakar transfer dari Spanyol menyarankan pemain berusia 28 tahun itu untuk keluar dari Inggris dengan bermain di Italia ataupun Spanyol.

Aaron Ramsey sendiri memang menjadi masalah bagi Arsenal, pasalnya ia belum berhasil mendandatangani perpanjangan kontrak yang sudah di tawarkan oleh klub. Tidak hanya itu sang pemain sendiri merupakan gelandang yang begitu penting untuk lini tengah The Gunners dalam beberapa musim terakhir. Celakanya lagi Ramsey akan habis kontraknya pada akhir musim nanti.

Sementara itu Ramsey sendiri sudah banyak mendapatkan tawaran dari klub-klub besar eropa di Inggris maupun di luar Inggris, seperti klub dari Spanyol hingga Italia yang kerap di rumourkan tertarik dengan pemain asal Wales itu. Sang pemain sendiri kabarnya memikirkan untuk bergabung dengan klub lain karena dirinya ingin mendapatkan bayaran yang jauh lebih tinggi ketimbang di Arsenal.

Guillem Balague yang merupakan ahli dalam urusan transfer di Madrid, Spanyol menyarankan sang pemain untuk memilih bermain di luar negri dari pada bergabung dengan sesama klub Inggris, karena ia menilai akan sangat bagus untuk karier sang pemai kedepannya.

”Ya, saya merupakan orang Spanyol, jadi saya berharap ia bermain di Spanyol.”

”Dia (Ramsey) merupakan pemain yang sangat bagus, sekarang ia belum mendapatkan tawaran yang tepat karena ia membutuhkan bayaran yang ia nilai tepat. Saya pikir ia akan menerima tawaran dari klub di Spanyol maupun di Italia karena akan sangat bagus untuk kariernya ke depan.”

Griezmann Ungkap Yakin Bisa Dapatkan Ballon D’Oor Musim Ini

Antonie Griezmann Penyerang Milik Atletico Madrid Menjadi Pemain Sempurna Dengan Menjuarai Liga Eropa & Piala Dunia 2018

 

Ibcbetkita.co  –  Penyerang milik Atletico Madrid Antonie Griezmann mengaku percaya diri jika ia bisa masuk dalam nominasi sebagai pemain terbaik yang bisa mendapatkan Ballon Do’or musim ini. Griezmann sangat yakin dengan apa yang sudah di dapatkan musim lalu mengingat hal tersebut merupakan prestasi yang membanggakan bagi dirinya.

Griezmann sendiri merupakan pemain yang bisa menjadi panutan bagaimana ia musim lalu berhail meraih Liga Eropa di level klub bersama Atletico Madrid dan Piala Dunia 2018 bersama neganya Prancis.

Dengan berhasilnya ia mendapatkan dua trofi di ajang yang berbeda menjadi banyak perbincangan jika mantan penyerang Real Sociedad itu pantas  untuk masuk dalam jajaran pemain yang bisa memperebutkan Ballon DO’or musim ini dimana ia bisa menggeser dominas Ronaldo dan Lionel Messi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemain berusia 27 tahun itu sendiri pernah masuk sebagai salah satu pemain terbaik pada 2016 lalu namun sayang ia kalah dari Cristiano Ronaldo yang meraih banyak suara usai ia berhasil membawa Real Madrid dan Portugal mendapatkan gelar juara yang prestisius.

”Beberapa musim yang lalu, tepatnya pada musim 2016 saya berhasil masuk dua kali final dan memasuki zona itu (pemain terbaik dunia).”

”Jadi musim ini saya mendapatkan tiga trofi dua untuk klub dan satu untuk timnas, jadi saya yakin saya bisa masuk  dan mendapatkannya karena saya mendapatkan kriteria seperti 2016 yang lalu bahkan lebih.”

”Pada pernghargaan musim ini dimana pemain terbaik tidak ada nama pemain Prancis dan mereka yang tidak mendapatkan trofi Piala Dunia masuk di dalamnya dan mendapatkannya benar benar aneh.”

Bale Rawan Cedera

Bale telah terluka, menderita cedera pergelangan kaki pada musim sebelumnya, gravitasi yang tidak selalu digenggam oleh mereka yang mengawasinya; dia juga harus mengurus masalah-masalah otot, terutama di betisnya. Pada November 2017, ia memiliki otot kecil yang robek di pangkal pahanya. Ini adalah yang ke-25 kalinya dia melewatkan pertandingan di Madrid untuk masalah fisik atau lainnya, meskipun sebagian besar tidak terlalu signifikan – daftarnya, yang diterbitkan di sebagian besar media Spanyol, termasuk flu, strain minor dan ketukan aneh di sini. dan di sana – tetapi sejak Natal dia merasa sangat fit. Dia juga merasa seperti bermain dengan baik.

Namun pada hari Valentine melawan Paris Saint-Germain, Bale tidak masuk tim, dan dia tidak pernah berhasil kembali. Satu-satunya saat dia mulai di Eropa, melawan Juventus, dia ditarik keluar pada babak pertama.

Ketika dia bermain bagus, seperti saat dia mencetak dua gol di Las Palmas, berita utama mengatakan dia mengintai sebuah klaim untuk tempat di tim, tetapi dia tahu lebih baik, atau setidaknya dia pikir dia melakukannya. Musim lalu dia berlari ke gawang setiap 112 menit, tetapi itu tidak membuat banyak perbedaan. Tentu, dia bermain di liga (kompetisi sudah mati untuk mereka) tetapi tidak di mana itu penting. Di babak sistem gugur Liga Champions, ia hanya bermain 99 dari 540 menit.

Dia tidak bertanya mengapa dia ditinggalkan – apa gunanya? – dan Zinedine Zidane tidak memberitahunya. Hubungan mereka hampir tidak ada. Ada sedikit komunikasi, dan malah sebaliknya. Orang lain di klub tidak sepenuhnya memahaminya, meskipun beberapa sudah mulai menyerah padanya, dan Bale jelas tidak. Dia benar-benar bertanya-tanya mengapa.

Namun benar juga bahwa mereka yang bermain di depannya sebagian besar bermain dengan baik. Dan memang benar bahwa dia tidak selalu bermain dengan baik: hal-hal itu seharusnya tidak diabaikan. Madrid maju ke final tanpa dia. Rasanya seperti dia hanyut sampai akhir, juga, seperti beberapa orang akan meratapi dia pergi.

Bahkan ada serangan dari sumber-sumber media yang dikenal dan signifikan: kegagalan berbahasa Spanyol adalah tongkat untuk memukulnya. Rupanya, sangat menyukai golf adalah “Bad Thing” di mata para kritikusnya. Air pasang tampaknya telah berbalik melawannya, kesabaran yang melelahkan. Beberapa orang menuduhnya kurang komitmen. Bale sendiri tahu itu.

Kemudian, di final Liga Champions, dia datang dan mencetak dua gol. Itu adalah pengingat bagi mereka yang telah lupa – dan sepertinya ada banyak orang. Dia meninggalkan Kiev sambil menyeringai; dia juga meninggalkan pesan. “Saya harus bermain minggu demi minggu, dan itu tidak terjadi musim ini karena satu alasan atau lainnya,” katanya. “Saya mengalami cedera lima atau enam minggu di awal musim, dan saya sudah fit sejak saat ini jadi saya harus duduk di musim panas dan mendiskusikannya dengan agen saya dan mengambilnya dari sana.”

Pada saat dia melakukannya, semuanya telah berubah. Zidane berjalan – Bale adalah satu-satunya pemain yang tidak secara terbuka mengucapkan terima kasih atau selamat tinggal, sama seperti dia adalah salah satu dari sedikit orang yang mengungkapkan kesedihannya ketika Rafa Benitez dipecat – dan kemudian Cristiano Ronaldo pergi juga. Analisis pasar dan alternatif yang tersedia memainkan perannya dan, pada akhirnya, Madrid lah yang memutuskan kapan seorang pemain memiliki klausul pembelian senilai € 1 miliar. Namun itu tidaklah cukup.

Ada percakapan dengan Madrid tentang perannya. Kamp Bale ingin dia menjadi figur yang lebih sentral, secara harfiah. Itu telah terjadi sebelumnya – Benitez telah merestrukturisasi tim untuk memainkannya hanya dari striker – tetapi itu hanya berumur pendek. Bale tidak ingin keluar dari sayap. Masih kurang, hanya keluar. Sekarang, di bawah Julen Lopetegui, dan dengan kepergian Ronaldo, itu menjadi model dan peran yang lebih masuk akal baginya untuk bermain. Bukan No.10 seperti itu – setidaknya tidak dalam arti visi, sentuhan, umpan terakhir di ruang sempit atau playmaker – tetapi diberi kebebasan tertentu, tidak diwajibkan untuk berlari kemana-mana dan didorong untuk masuk ke area tersebut . Jaminan telah dibuat.

Dan pada usia 29, meskipun terdengar konyol selama lima tahun, ini adalah kesempatan bagi Bale. Rencananya adalah dia bermain di depan, bersama Karim Benzema. Mungkin tidak mendominasi permainan – dan tidak ada keraguan bahwa ada pertandingan ketika dia keluar – tetapi untuk memutuskan mereka.

 

Benzema Susul Ronaldo Ke Italia ?

Bomber milik Real Madrid, Karim Benzema di kabarkan akan meninggalkan klub nya pada musim ini, hal ini di tenggarai ia mulai tersisih dan akan di lepas oleh El Real. Kepindahan Benzema sendiri baru baru ini mencuat usai ia memberikan sinyal hengkang di akun media sosialnya.

 

Sang stiker sendiri memang dalam beberap musim terakhir masuk dalam List jual Real Madrid, mengingat performanya yang terus menurun setiap musim memaksa Madrid langsung mencari sosok penyerang yang lebih baik untuk menggantikan penyerang asal Prancis itu.

 

Musim lalu saja ia hanya mampu menceploskan bola ke gawang lawan sebanyak 12 kali dari 47 pertandingan yang telah di jalani olehnya. Sementara dalam assist ia cendrung cukup produktif yakni dengan raihan 11 assist.

 

Laporan dari Mundo Deportivo jika eks penyerang Lyon itu ingin mengikuti jejak mantan pelatihnya, Carlo Anceloti yang menangani Napoli musim depan.Dan ia ingin bereuni dengan Don Carleto.

 

Di akun media sosilanya Twiter ia langsung menyampaikan ucapa terima kasih yang mengisyaratkan jika ia akan meninggalkan klub yang telah ia bela selama sembilan musim.

”Saya sudah bermain selama 9 musim untuk klub ini, saya berterima kasih untuk presiden, klub, para pemain, staf, fans dan para pelatih yang pernah melatih saya di sini.” Tulis Benzeman dalam akun Twiternya.

”Begitu terhormatnya bisa mempertahankan lambang klub ini di seragam saya selama sembilan musim, begitu bangga saya akan hal ini.”

 

Menarik memang melihat beberapa belakangan Madrid di terpa isu hengkang oleh para pemain bintangnya, mulai dari Matteo Kovacic, Gareth Bale hingga yang teranyar adalah Ronaldo yang di kaitkan dengan kepindahnya ke Juventus.

Banyak Pemain Argentina Yang Tidak Bisa Imbangi Messi

Timnas Argentina harus angkat koper dari Russia, usai mereka tersingkir dengan dramatis atas Prancis di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Tapi menurut pelatih Argentina, Jorge Sampaoli jika kegagalan dari tim Tanggo ketika menghadapi Prancis adalah para pemain Argentina tidak mampu menyeimbangi permainan Lionel Messi.

Seperti yang kita ketahui, jika Argentina harus di kalahkan oleh Prancis dengan skor 4-3 yang membuat Messi dan kawan kawan harus angkat koper segera. Penampilan Messi pada pertandingan tersebut menjadi sorotan banyak orang, mengingat ia bersusah payah menyelamatkan tim Tanggo dari kekalahan. Apalagi gol kedua dari Argentina merupakan assist yang di berikan oleh La Pulga.

Meskipun  tidak mencetak gol pada pertandingan tersebut, Messi sendiri sukses mencetak dua Assist tapi setelah ia berhasil berkontribusi atas dua gol tersebut. Magisnya sama sekali tidak terlihat. Bahkan ia hanya berhasil menembak ke gawang sebanyak empat kali dengan satu peluang yang tepat sasaran. Dia juga berhasil mencatakan tiga kali melewati para pemain bertahan lawan.

Dan assist yang di ciptakannya yang mengarah ke gawang yang di cetak oleh kaki Gabrierl Mercado bermula bola yang benturnya.

Namun sebenarnya banyak yang menilai jika taktik yang di usung Sampaoli yang membuat Argentina tersingkir mengingat ia memasang tiga bek tengah yang sangat rawan untuk menghadapi tim sekaliber Prancis. Tapi mantan pelatih Sevilla itu mengatakan justru sebaliknya ia menggunakan taktik tersebut untuk mengeluarkan kemampuan dari Messi.

”Saya melihat kami membutuhkan gaya bermain yang memainkan penguasaan bola, karna itu merupakan permainan yang sering dimaikan oleh Leo. Kami mencoba untuk bermain seperit itu,namun banyak pemain yang tidak mampu bermain mengikuti level permainan Messi.” ujarnya.

Beberapa Nama Pemain Yang Harus Merelakan Posisinya Di Real Madrid

 

REAL MADRID dapat dikatakan sebagai salah satu klub paling baik di dunia saat ini. mereka dapat memengkan 4 trofi dalam liga champion dalam lima tahun belakangan ini.

los blancos kali ini di huni oleh pemain-pemaian terbaik didunia ini merupakan salah satu alasan mengapa mereka bisa meraih kesuksesan besar seperti sekarang ini.
namun ada beberapa pemain yang belum mendapatkan kesempatan di madrid karena persaingan yang semakin ketat di sana. terpaksa meraka harus meninggalkan klub supayadapat berkembang di tempat lain.

ini bebrapa nama-nama pemainyang harus relameninggalkan madrid.

1. BORJA MAYORAL
mayoral banyak mendapatkan pujian dari beberapa opandit sepakbola dan dianggap sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di sepakbola modern. ketika iya tiba di real madrid. banya orang mengira sebagai penerus raul meski sampai saat ini barja melum dapat memenuhi harapan.

2.MATEO KOVACIC
meski selalu menunjukan perfoma yang baik,kovacic gagal dalam mengamankan btempat nya di real madrid
mantan pemain inter milan itu hanya memainkan total permainan 989menit saja di liga 2017-2018 karena itu dia pantas mendapatkan kesempatan bermain lebih baik lagi.
kovacic adalah salahsatu pemain tengan yang multi fungsi sebagai gelandang atau penyerang kualitas itu membuat nya menjadi salah satu pemain yang paling panas di bursa musim panas ini.

3.GARETH BALE
gareth bale yang pindah ke sepanyol dengan biaya sebesar 90,9 juta pounds pada 2013. hal itupun membuat pemain satu ini sangat mahal kala itu.
cederah yang di alami nya merusak karir nya di real madrid karena ia harus rela untuk keahilangan posisi nya di real madrid pemaian berusia 28 tahu itu pun kesulitan mendapatkan kesempagtan untuk bermain,namun bale saat ini akan kembali ke premier league dalam watu dekat.

Beberapa Pemain Real Madrid Ini Di Sarankan Hengkang Guna Mengeluarkan Kemampuan Terbaiknya

Pesepak bola dunia mungin sangat mengkhawatirkan jika dirinya menglami cedera yang bisa saja merusak kariernya di klub yang ia bela, cedera kerap menjadi momok menakutkan bagi semua atlet tak terkecuali pemain sepak bola. Namun tidak hanya cedera yang bisa saja menamatkan lebih dini karier sang pemain.

Jam bermain merupakan hal terpenting bagi para pesepak bola eropa, dengan tubuh yang fit yang tidak terkendala dengan berbagai cedera. Berdiam diri dengan hanya mengisi bangku cadangan pemain merupakan opsi yang tidak terlalu baik. Apalagi jika sang pemain mengalaminya selama beberapa musim dengan situasi tersebut.

Hal ini yang terjadi dengan klub raksasa Spanyol Real Madrid yang memiliki segudang bintang di skuatnya.Beberepa pemain yang memiliki kualitas yang luar biasa harus sayang hanya duduk di Bance Santiago Bernabeu dan memiliki masa depan yang tidak jelas dengan jawara Liga Champions tersebut.

Berikut beberapa pemain yang bisa saja keluar dari Loss Blanccos  guna mendapatkan jam bermain yang banyak untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya bersama klub baru.

1.  Mateo Kovacic

Pemain asal Kroasia ini di datangan dari Inter Milan pada musim 2016 oleh Rafael Benitez dari Inter Milan seharga 45 juta euro. Membela klub ibu kota Spanyol tersebut Kovacic sayangnya hanya menjadi pelapis dari Luka Modric atau pun Isco jika keduanya tidak bisa bermain, sangat berbeda ketika ia masih memperkuat Inter. Di klub Italia itu ia menjadi salah satu pemain yang tak tergantikan di lini tengah La Benniamata. Keluar dari pintu Madrid merupakan opsi yang sangat baik bagi pemain berusia 24 tahun itu.

 

2. Lukas Valquest

Wingger yang kerap menjadi andalan Zinedine Zidane ini memang merupakan pemain yang sering di mainkan oleh pelatih asal Prancis tersebut, namun sayang performa yang tidak konsiten yang di tunjukan oleh pemain Internasional Spanyol itu membuat ia diberitakan akan meninggalkan klub pada bursa transfer musim ini.

3. Gareth Bale

Gareth Bale sendiri juga sebenarnya adalah andalan dari Real Madrid di lini depan, bersama Ronaldo dan Karim Benzeman ketiganya sempat membuat duet Trio maut yakni BBC pada 2014 hingga  2015 yang lalu. Namun sayang cedera yang sering di bekap oleh mantan pemain Totenham Hot Spurs itu membuat ia jarang mendapatkan jam bermain yang cukup, apalagi hubungannya dengan Zidane yang dikabarkan memburuk membuat ia diberitakan akan meninggalkan Santiago Bernabeu pada akhir musim nanti.

Fernando Santos : Ronaldo Kapten Terbaik Dunia

Siapa yang tidak mengetahui kualitas dari Super Stars Cristiano Ronaldo, berbagai rekor, piala hingga Individu telah di pecahkan oleh kapten timnas Portugal tersebut. Kehadiran pemain berusia 33 tahun ini merupakan andalan Timnas Selecao dalam ajang Piala Dunia yang akan di gelar di Russia.

Cr7 Sendiri sebenarnya merupakan pemain yang tidak hanya handal mencetak gol atau pun menjadi pemain penentu untuk tim yang ia bela, namu secara stabilitas sendiri mantan penyerang Manchester United itu memiliki peran yang amat penting bagi mental tim yang ia bela. Ronaldo memang merupakan pemain yang memiliki Motivasi dan bisa memimpin rekan rekannya untuk bertarung hingga mati di sebuah pertandingan. Hal tersebut terlihat pada dua musim lalu dimana Ronaldo yang harus di tarik keluar akibat cedera pada babak pertama dengan sakit sakitan mambantu Fernando Santos yang merupakan pelatih Portugal memberikan motivasi yang luar biasa di pinggir lapangan layaknnya sebagai pelatih sepak bola Profesional saja, terbukti Portugal dapat menang atas Prancis di final Piala Eropa di  menit menit akhir dengans skor 1-0.

Fernando Santos sendiri mengungkapkan jika peran Ronaldo amat penting dalam tim yang ia pimpin dan menyebutkan jika tugasnya sedikit terbantu dengan kehadiran Ronaldo di timnya.

Peran Penting

Santos mengatakan jika Ronaldo merupakan pemain yang memiliki peran yang luar biasa sebagai kapten tim, Dia pun lantas memuji habis habisan bintang Real Madrid tersebut.

”Dia Ronaldo merupakan pemain yang sangat penting dimana dia bermain, perannya yang luar biasa sebagai kapten, anda bisa melihatnya ketika Euro 2016 yang lalu. Cristiano amat membantu tim ini hingga kami berhasil menjurai ajang tersebut.” terang Santos.

Spanyol Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2018

Timnas Spanyol di prediksi akan menjadi salah satu tim yang berpeluang membawa pulang trofi Piala Dunia 2018 , hal ini menurut pendapat dari legenda Timnas Inggris, Gary Lineker, pendapat Lineker sendiri mengenai Timnas Spanyol dikarenakan tim tersebut memiliki atribut untuk menjurai ajang empat tahunan tersebut, terutama skuat yang mereka miliki.

Tapi bukan hanya skuat yang mewah yang dimiliki tim Matador yang mempengaruhi tingkat keberhasilan Spanyol,melainkan karena perhelatan tersebut di gelar di tanah Eropa. Dan secara sejarah Lineker mengungkapkan jika turnamen Piala Dunia di gelar di tanah Eropa, maka mayoritas yang akan menjadi juara ajang tersebut adalah negara Eropa.

”Kita tidak bisa menghapus sejarah, sejarah menyebutkan jika gelaran ini di laksanakan di Eropa maka yang akan menjadi pemenang dalam ajang ini adalah tim kesebelasan eropa, itu adalah Fakta nyata.” ungkapnya.

Timnas Spanyol Punya Kelebihan

Lineker kembali menambahkan jika Jerman juga merupakan ungulan bersama Prancis, Belgia dan Brazil tapi baginya jika Spanyol tetap menjadi tim pertama yang akan memiliki peluang sukses yang lebih besar.

” Kualitas yang dimiliki mereka (Spain)  adalah sebuah kelebihan,apalagi pengalaman para pemain mereka di pentas sepak bola eropa sudah tidak di ragukan lagi. Setengah pemain mereka bermain untuk dua klub atau tiga klub terbaik dunia. Sedangkan Jerman dan Prancis mereka memiliki banyak pemain top namun para pemain mereka belum terlalu pengelaman di tingkat sepak bola tertinggi. Mental dan pengalaman sangat penting dalam aspek seperti Piala Dunia. Piala Dunia akan menghadirkan tekanan yang sangat besar.” tutup Lineker kepada Don Ballon.

 

Neymar Ragu Ragu Hengkang Dari Barcelona

Penyerang andalan Barcelona, Luis Suarez mengungkapkan sebuah cerita yang menarik tentang mantan koleganya dulu ketika di Barcelona, yakni Neymar.  Suarez mengatakan jika Neymar sempat ragu untuk bergabung dengan PSG pada musim ini.

Neymar sendiri bergabung dengan Barcelona dari klub Brazil yakni Santos pada tahun 2013. Ketika itu sang bintang menjadi incaran banyak klub top eropa, di antaranya Real Madrid, Chelsea, Manchester City, Mancheter United, hingga akhirnya Barca yang berhasil menjadi pemenang untuk mendatangkan sang bintang.

Bergabung bersama Barcelona, bintang asal Brazil pun mendapat banyak kesuksesan di level domestik maupun eropa.

Dirinya juga membantuk trisula mematikan di Barcelona, yaitu MSN, duet kala itu sangat menakutkan bagi tim tim eropa hingga pada tahun 2017 ia memustuskan untuk PSG.

Pada kepindahannya pada musim lalu, sempat muncul sebuah kontroversial di jagad sepak bola apakah PSG mampu mengaktifkan klausul Neymar yang mencapai 200 juta euro, ternyata klausul tersebut berhasil di tebus oleh PSG. Tapi sebelum berseragam PSG, Neymar sempat mengaku jika ia amat ragu untuk pindah ke PSG dan meminta saran terhadap Messi dan Suarez sebagai mantan duetnya di Barcelona.

‘’Ketika itu kami berbicara dengan Messi dan saya, karna Neymar meminta saran kami.’’ ungkap Suarez kepad ESPN.

‘’Saat itu ia memiliki keraguaan yang sangat besar, ia membutuhkan waktu yang lama kala itu, dan ia telah memilihnya.’’ sambung Suarez.

Motivasi Menjadi Yang Terbaik

Kepindahan Neymar ke PSG sendiri mengundang banyak yang berkomentar termasuk para pengamat sepak bola dan para fans kedua klub tersebut, ada yang mengatakan jika Neymar hengkang di karenakan ingin mendapatkan uang yang banyak sedangkan ada yang mengatakan jika tujuannya pindah dari Barcelona untuk keluar dari bayang bayang Messi.

Suarez menambahkan jika ia yakin jika anggapan orang banyak terhadap Neymar amat salah, ia menambahkan jika mantan rekannya tersebut hengkang dari Barcelona bukanlah dikarenakan sebuah Materi.

‘’Saya kira dia tidak mencari uang, karena ia telah memiliki banyak uang. Saya lebih melihat ia ingin mencapai tujuaanya sebagai pemain terbaik dunia bersama Paris.’’ terang Suarez.