Rupiah Digital Bukan Sekedar Wacana

Akhir – akhir ini Indonesia dihebohkan dengan berita bawah Bank Indonesia akan menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) demi mendukung ekonomi digital di dalam negeri. Dilansir dari instagram @ngomonginuang, CBDC merupakan representasi digital yang diterbitkan oleh bank sentral negara. Hanya saja uang ini menjadi digital tetapi tetap menjadi alat bayar yang sah di sebuah negara.

Tujuan Diciptakannya Rupiah Digital

  • Memudahkan transmisi kebijakan moneter
    Agar nilai mata uang di Indonesia dapat dipelihara kestabilannya. Selain itu dapat membuat nilai mata uang rupiah menjadi lebih tinggi.
  • Memantau peredaran uang dengan data yang lebih real-time karena sistem terdigitalisasi
    Uang yang beredar di masyarakat mempunyai nomor seri masing – masing. Semua data percetakan pasti telah dicatat dengan seksama. Akan tetapi, mempunyai rupiah digital membuat peredaran uang dapat dipantau dengan mudah karena mempunyai sistem.
  • Efisiensi biaya percetakan uang kertas
    Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak uang kertas cukup besar. Dikarenakan oleh bahan uang kertas membutuhkan bahan yang memenuhi standar.Contohnya, uang kertas harus mempunyai indeks tarik yang bagus, ketahanan yang tinggi terhadap sobekan, ketahanan yang tinggi terhadap lipatan, tahan lama dan tidak gampang luntur.

    Dengan diadakannya Rupiah digital, semua biaya ini tidak perlu dikeluarkan lagi dan negara dapat menjadi lebih stabil keuangannya.

Beda Rupiah Digital dengan Uang Elektronik

Awalnya kita pasti bingung, jika ada rupiah elektronik lalu apa bedanya dengan Gopay, OVO, Shopee Pay, Dana dan beberapa platform pembayaran lainnya.

Bedanya adalah kedua jenis uang elektronik ini sama – sama menjadi alat bayar yang sah. Tetapi mempunyai penjamin yang berbeda. Rupiah Digital dijamin oleh Negara, sementara uang elektronik lain penjaminnya adalah perusahaan swasta tempat uang itu disimpan.

Beda Rupiah Digital dengan Cryptocurrency

Cryptocurrency diciptakan dengan semangat desentralisasi untuk memerdekakan layanan keuangan tanpa dikendalikan oleh lembaga manapun. Selain itu, transaksinya bisa diverifikasi oleh banyak pihak.

Di dunia cyrpto, ada token yang berfungsi untuk voting menentukan arah fitur sebuah layanan. Sedangkan CBDC hanyalah instrumen pembayaran tambahan dari bank sentral di luar uang kertas & uang koin.

Ternyata China Menciptakan Yuan Digital

Pemerintahan China ternyata sudah memulai satu langkah di depan. China membuat Yuan digital dan telah melakukan uji coba atas proses transaksi yang terjadi menggunakan Yuan digital.

Dalam Yuan digital, pengguna hanya cukup download aplikasi dan menyimpan uang ke dalam aplikasi tersebut. Aplikasi ini tidak memerlukan rekening bank sama sekali karena bisa dibuka dengan nomor KTP, SIMĀ  atau ponsel. Yuan digital dapat di transfer ke sesama pengguna aplikasi, rekening bank swasta, dan non-bank secara bebas. Bertransaksi dalam Yuan digital tidak memerlukan internet dan bebas biaya transaksi.

Tentu saja pemerintah China mengharapkan beberapa manfaat dari Yuan digital untuk kepentingan negara. Contohnya agar Yuan digital dapat menekan biaya transaksi dan mengefisiensikan operasi finansial, mengefisiensikan proses penyelesaian transaksi elektronik dan juga agar dapat memonitor transaksi dan arus modal. Hal ini dilakukan agar dapat membantu mencegah aktivitas ilegal seperti pencucian uang atau pendanaan teroris.

Bagaimana menurut anda tentang pengembangan Rupiah Digital? Apakah anda setuju dengan munculnya inovasi baru ini?