Opini: Idealis atau Realistis?

Opini: Idealis atau Realistis?

Sebuah cerita tentang sudut pandang antara idealis dan juga realistis. Orang seperti manakah anda? Kali ini Ashari Yudha bercerita tentang pengalaman hidupnya antara ingin menjadi orang yang idealis atau realistis.

“Gue maunya gini! Ngapain sih kok jadi kaya gitu?”.

“Lho, kenyataannya gini lho. Kita harus beradaptasi sama keadaan.”.

“Nggak bisa gitu. Fokus dong dengan niat awal. Punya ciri khas.”.

“Nyatanya, kalau kita gini itu nggak akan menghidupi..”.

Pernahkah kamu menghadapi masa bimbang seperti diatas? Dimana ego besar dan sisi idealismu beradu dengan realita dan kondisi yang ada. Saya salah satu orang yang mengalami hal tersebut.

Sedikit contoh, awalnya saya orang yang amat bersikeras dengan satu gaya perjalanan yang saya anut. Bahkan dulu saya pernah ribut karena hal kecil, yaitu membandingkan gaya perjalanan yang satu dengan yang lainnya–yang sebenarnya urusan sepele. Saat itu, jiwa muda masih menggelora, mengalir bebas dan tak berpikir panjang. Pokoknya gimana caranya saya tetap bisa travelling dan nggak pulang dalam waktu lama.

Nyatanya, sekian tahun berlalu, sisi idealis saya mulai tergerus. Yang saya angan-angankan dahulu kala, sekarang malah menjadi beban. Apakah saya yakin ingin menjalani hidup seperti itu? Menengok saya harus menghidupi Ibu dan kedua adik perempuan saya, dan istri saya nantinya. Apakah keputusan itu tepat? Semenjak memikirkan hal itu, saya mulai mencoba berkembang dan berpikir lebih terbuka. Bagaimana caranya saya tak hanya saya yang bisa senang-senang, tetapi keluarga saya kelak.

Tentunya, semua orang punya pemikiran masing-masing. Punya pendapat yang berbeda itu bukanlah sebuah masalah. Pesan yang dapat diambil dari kisah saya adalah tetaplah idealis dengan prinsipmu, tetapi harus bisa beradapatasi dengan realita yang ada. Hidup itu harus seimbang.

Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi dan juga pola pikir yang terbentuk akibat kejadian – kejadian dalam hidup. Tentunya setiap orang memiliki pandangan masing – masing sesuai dengan apa yang sudah dilaluinya.

Bagaimana pendapatmu? Punya cerita yang sama? Di share dong!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *