Di era digital saat ini, arus informasi begitu deras. Setiap hari kita dibanjiri oleh berita, baik dari media sosial, situs berita online, ataupun aplikasi berita. Namun, tidak semua informasi yang muncul adalah akurat dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal kriteria yang harus digunakan untuk menyaring berita yang baik dan benar. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek terkait berita terbaru dan bagaimana cara menyaring informasi yang akurat berdasarkan prinsip EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
1. Pentingnya Memahami Kualitas Berita
Sebelum masuk ke dalam kriteria pemilihan berita yang akurat, kita perlu memahami betapa pentingnya kualitas informasi yang kita terima. Menurut Pew Research Center, sekitar 53% orang dewasa di seluruh dunia mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama mereka. Sayangnya, ini juga berarti mereka lebih rentan terhadap informasi yang salah atau hoaks.
Informasi yang akurat dan dapat dipercaya memiliki dampak positif bagi masyarakat dan individu. Dengan berita yang valid, kita dapat mengambil keputusan yang lebih informatif mengenai berbagai hal, mulai dari kesehatan, politik, hingga pendidikan. Oleh karena itu, menyaring informasi yang akurat adalah tanggung jawab setiap individu.
2. Kriteria untuk Menyaring Berita yang Akurat
Mari kita bahas secara rinci tentang kriteria-kriteria yang perlu kita gunakan untuk menyaring berita:
2.1. Pengalaman (Experience)
Satu aspek penting yang harus kita pertimbangkan adalah pengalaman dari sumber berita. Apakah jurnalis atau penulis berita tersebut memiliki latar belakang yang relevan dengan topik yang mereka tulis? Berita yang ditulis oleh orang yang memiliki pengalaman dan komitmen terhadap kualitas journalism lebih mungkin untuk akurat.
Misalnya, berita tentang kebijakan kesehatan yang ditulis oleh seorang jurnalis kesehatan yang berpengalaman cenderung lebih dapat dipercaya dibandingkan oleh jurnalis umum tanpa latar belakang di bidang tersebut.
2.2. Keahlian (Expertise)
Selain pengalaman, keahlian dalam bidang tertentu juga sangat penting. Sumber berita seharusnya memiliki pemahaman yang mendalam tentang topik yang dibahas. Misalnya, ketika membaca artikel tentang teknologi terbaru, kita akan lebih percaya pada berita yang ditulis oleh seorang ahli teknologi atau seorang peneliti yang berkontribusi pada inovasi tersebut.
Menurut Dr. Alan G. Chess, seorang Profesor Jurnalistik di Universitas Columbia, “Keahlian sangat penting dalam jurnalisme. Tanpa pemahaman yang tepat tentang fakta dan konteks, berita dapat dengan mudah disalahartikan.”
2.3. Kewenangan (Authoritativeness)
Kewenangan mengacu pada legitimasi sumber berita. Sumber berita harus berasal dari institusi atau media yang diakui. Media mainstream seperti BBC, CNN, atau Kompas biasanya memiliki standar editorial yang lebih ketat dan lebih mengedepankan keakuratan informasi.
Periksa juga apakah sumber berita memiliki sertifikasi atau afiliasi dengan lembaga jurnalisme yang diakui. Misalnya, di Indonesia, asosiasi seperti AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dapat menjadi indikator bahwa media tersebut menjaga standar etika jurnalistik.
2.4. Kepercayaan (Trustworthiness)
Kepercayaan adalah kriteria akhir yang tidak kalah pentingnya. Untuk menentukan kepercayaan sebuah berita, perhatikan beberapa aspek berikut:
-
Sumber Referensi: Apakah berita tersebut disertai dengan kutipan atau referensi dari sumber yang dapat dipercaya? Berita yang baik biasanya mencantumkan sumber informasi dan demi menjaga akurasi, sampaikan informasi ini dengan jelas.
-
Fakta vs. Opini: Pastikan bahwa berita tersebut bersifat faktual dan bukannya hanya pendapat atau spekulasi. Berita yang mengklaim sesuatu tanpa bukti yang kuat harus diperlakukan dengan skeptisisme.
-
Keseimbangan Berita: Baik dari sisi pro dan kontra, berita yang baik seharusnya memberikan pandangan yang seimbang, tidak hanya menyoroti satu sisi cerita.
Contoh kutipan dari Professor Jennifer L. Johnson, seorang ahli komunikasi di Universitas Stanford: “Kepercayaan dalam berita tidak hanya berasal dari apa yang dilaporkan, tetapi juga dari bagaimana cara laporan tersebut disampaikan.”
3. Teknik Penyaringan Berita
Setelah memahami kriteria pemilihan informasi yang akurat, berikut adalah beberapa teknik praktis yang dapat digunakan untuk menyaring berita dengan lebih efektif:
3.1. Cross-Referencing Sumber Berita
Sebelum mempercayai informasi, coba lakukan pencarian untuk mengonfirmasi dari sumber lain. Apakah berita yang sama muncul di beberapa outlet berita yang berane? Jika iya, mungkin ada kebenaran di dalamnya. Jika berita tersebut hanya muncul di satu tempat, pertimbangkan untuk mencari informasi lebih lanjut.
3.2. Memeriksa Tanggal dan Relevansi
Usahakan untuk selalu memeriksa tanggal rilis berita. informasikan kepada anda apakah berita tersebut masih relevan atau sudah kadaluarsa. Berita yang sudah lama mungkin tidak lagi berlaku dalam konteks saat ini.
3.3. Analisis Gaya Penyampaian
Perhatikan gaya penulisan berita. Apakah terasa emosional atau provokatif? Berita yang disajikan dengan cara yang mencolok atau berlebihan mungkin tidak objektif. Sumber yang lebih tepercaya biasanya menggunakan bahasa yang netral dan berdasarkan fakta.
3.4. Waspada Terhadap Hoaks dan Misleading Headlines
Di era media sosial, hoaks dan judul yang menyesatkan seringkali mengaburkan keakuratan berita. Pelajari cara mengenali tanda-tanda hoaks, seperti fakta yang tidak bisa diverifikasi, foto yang diedit, atau informasi yang tidak konsisten.
4. Menghadapi Berita Hoaks
Berita hoaks adalah salah satu tantangan terbesar dalam mendapatkan informasi yang akurat. Menurut riset dari GESIS – Leibniz Institute for the Social Sciences, 59% pengguna internet mengatakan bahwa mereka sering atau kadang-kadang tertipu oleh berita palsu.
4.1. Strategi untuk Melawan Hoaks
-
Edukasikan Diri Sendiri: Kenali jenis hoaks yang sering muncul. Periksa situs web khusus yang mengkhususkan diri dalam mengkonfirmasi fakta, seperti Snopes.
-
Bersikap Skeptis: Jangan langsung mempercayai berita yang tampaknya sensasional atau tidak biasa. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan?”
-
Bagikan Berita yang Terverifikasi: Jika Anda menganggap berita tersebut benar, pastikan Anda menyebarkan informasi tersebut dengan menyertakan tautan ke sumber yang dapat diandalkan.
-
Laporkan Berita Palsu: Jika Anda menemukan berita yang jelas-jelas hoaks, segera laporkan kepada pihak berwenang atau platform media sosial untuk mengurangi penyebarannya.
5. Masa Depan Berita dan Pentingnya Literasi Media
Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, masa depan dunia berita semakin tidak pasti. Namun, satu hal yang jelas adalah pentingnya literasi media. Literasi media bukan hanya tentang menilai berita; ini juga melibatkan pemahaman tentang cara media bekerja dan bagaimana kita berinteraksi dengan informasi.
5.1. Peran Pendidikan dalam Literasi Media
Sekolah dan institusi pendidikan harus mengajarkan keterampilan yang diperlukan bagi generasi mendatang untuk menyaring informasi. Pelajaran tentang bagaimana cara menilai sumber berita, memahami bias media, dan melakukan penelitian mandiri sangat diperlukan.
5.2. Kesadaran Masyarakat
Sebagai masyarakat yang terhubung, kita harus lebih sadar terhadap dampak dari berita yang kita baca dan sebar. Dengan mengembangkan kesadaran akan hal ini, kita dapat jadi penyebar informasi yang lebih bertanggung jawab.
5.3. Inovasi Teknologi
Teknologi juga semakin berperan dalam menyaring berita. AI dan machine learning dapat digunakan untuk menganalisis berita dan memberikan rating kepada keakuratan informasi yang diterbitkan. Namun, penting untuk diingat bahwa peran manusia dalam penilaian tetap krusial.
6. Kesimpulan
Menyaring berita yang akurat di era informasi adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap individu. Dengan mengikuti kriteria EEAT — pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan — kita dapat memastikan bahwa kita menerima informasi yang benar dan bermanfaat. Pahami dan terapkan teknik penyaringan yang telah dibahas untuk melindungi diri dari berita palsu dan berkontribusi pada lingkungan informasi yang lebih sehat.
Ingat, di era di mana informasi mudah disebarluaskan, menjadi konsumen berita yang cerdas adalah tanggung jawab setiap orang. Jangan biarkan diri Anda terjebak oleh hoaks; laksanakan teknik penyaringan informasi yang baik dan educative untuk diri Anda dan orang di sekitar Anda.
Dengan berupaya lebih keras untuk mendapatkan informasi yang akurat, kita berkontribusi pada dunia informasi yang lebih baik — satu langkah pada satu waktu.