Liga Inggris Menginzikan Suporter Untuk Datang Ke Stadion Lagi

Kini yang tekah  diberitakan jika sekarang ini pihak Liga Inggris yang sedang mengkaji agar memperbolehkan sang Suporter untuk mendatangi Stadion langsung , setelah melihat laga pemanasan antara Brighton VS Chelsea

Dan pada hari sabtu 29/08/2020 kemarin itu tersaji jika Brighton dan juga Hove Albion VS Chelsea dengan melaksanakan laga pemanasan Liga inggris , yang akan berlangsung ke kandanganya Brighton , yaitu Amex Stadium

Dilansir melalio Daily Star jika dalam laga tersebut dengan kurang lebih sekitar 2.500 suporter yang akan diizinkan untuk masuk kedalam Stadion , akan tetapi pastinya mereka semua yang akan menonton langsung ke Stadion harus mengikuti semua peraturan yang ada serta menaati protokol kesehatan yang diberikan oleh Pemerintah

Dan semua para Suporter harus diwajibkan untuk melakukan cuci tanga terlebih dahuku sebelum memasuki Stadion , dan menjaga jarak saat sedang duduk , mengecek suhu tubuh , serta wajib untun memakai asker , dan Stadion juga disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum Suporter memasuki Satdion

Bos Premier League yaitu Richard Masters yang telah mengakui jika sangat puas dnegan hal tersebut , dan hal itu tersebut bisa menjadi acuan , agar pertandingan pertandingan Ligga Inggris tersebut dapat berlangsung pada pertengajan bulan September yang akan mendatang nanti dan dapat dihindari dari Suporter di Stadion

” Brighton sendiri yang sudah berhasil melakukan hal tersebut , hal itu juga mengobati rasa rindu bagi para Suporter untuk mendatangi Stadion langsung serta menyaksikan Timnya tersebut bertanding dari dekat , yang pada terakhirnya dilakukan pada bulan Maret yang lalu “terangnya

Serta pihak Liga Inggris yang menilai semua para Supoerternya yang datang langsung ke Stadionnya dan Brighton sendiri pun turut untuk mengikuti atas protokol kesehatan yang ada , selain itu semya para Suporter juga ditegaskan untuk segera pulang dan akan tetap mewaspadai dari ancaman COVID-19 tersebut

Salah satu keselamatan Fans adalah sebuah Prioritas hal yang paling utama , dan semuanya pun akan dilakukan dengan Protokol kesehatan yang telah diberikan oleh sang pemerintah ” terang Richard Masters

Coutinho Yang Sedang Berada Dipersimpangan Antara Barcelona Atau ke Liga Inggris

Philippe Coutinho yang kini sedang berada dipersimpangan karier antara dirinya yang bakal bergabung dengan Barcelona , atau ke Liga Inggris , dan dirinya yang akan memutuskannasibnya jika Final Liga Champions sudah selesai

Coutinho yang sudah gagal menunjukan performa terbaiknya di Barcelona saat dirinya diboyong dari Liverpool pada sejak januari 2018 , dan dirinya kemudian langsung dipinjamkan ke klub Bayern Munich setelah dirinya hanya bermain dengan satu setenag musim saja di Camp Nou

Coutinho dengan cara penampilannya yang tidak begitu bagus saat bersama Die Roten hanya dengan mencetak 9 kali gol saja dan 8 kali assist dari sebanyak 35 kali laga pada musim ini, maka dengan demikian , atas torehan tersebut belum dapat meyakinkan Bayern Munich untuk mengaktifkan opssi untuk menjadi permanent bagi gelandangan berusia 28 tahun tersebut

Dan bayern Munich sendiri yang tidak menebus klausul permanent Coutinho dengan senilai 120 juta Euro yang sudah berakhir pada bulan mei yang lalu , dan dengan situasi ini tersebut pun sudah menimbukkan tanda tanya dengan terkaitnya masa depan sang Coutinho , pada pasalnya jika El Barca yang telah dikabarkan jika sangat berat hati untuk menerimanya kembali lagi

Dengan semua gosip yang sudah beredar dimana mana , jika Coutinho yang bakal kembali lagi ke Liga Inggris setelah dirinya diminti oleh klub Chelsea  dan juga Arsenal , dan Agen Coutinho ( Via Jpprabchie ) yang sudah membernarkan jika kliennya ingin kembali lagi untuk bermain di Negri Tiga Singa

Akan tetapi , untuk saat ini belum ada pembicaraan dengan secara resmi antara dirinya dan juga Coutinho dengan terkaitnya atas hal itu , Joorabchian sendiri yang mengatakan jika Coutinho sendiri yang akan membahas tentang masa depannya jika Final Liga Champions sudah selesai

Dan sang mantan pemain Inter Milan itu tersebut pun kini sedang fokus dengan Bayern setelah menjelang menghadapi Barcelona saat berada di perempatfinal Liga Champions pada Sabrtu 15/08/2020

” Dirinya yang sangat mencitai Liga Inggris hingga dirinya yang ingin kembali lagi kesana , akan tetapi masalah dengan keuangan serta situasi COVID-19 yang akan memegang pasaran cukup besar atas hal ini , dia adalah salah satu pemain besar , dan pastinya nilainya juga besar ” Ungkap  tegas sang Joorabchian

Guardiola Bertekad Besar Untuk Meraih Semua Trofi

Klub Liga Inggris, Manchester City di kabarkan akan menyapu bersih semua gelar yang ada di depan mata mereka, Meskipu mereka harus berhadapan dengan banyak resiko yang mereka alami. Meskipun demikian sang pelatih sangat bertekad besart untuk mewujudkan harapan timnya tersebut.

Tekad besar dari guardiola sangat dari ia memainkan pemain bintang milik The Cityzens kevin De Bruyne, Pemain tersebut akan masuk dari menit pertama saat melawan Burton di liga Carabao Cup pada hari kamis nanti, Padahal pemain tersebut baru saja sembuh dari cidera panjang yang ia alami.

Pada pertengahan musim ini saja De Burney telah mengalami sedikitnya tiga kali cedera semenjak bulan agustus lalu, hal ini membuat ia hanya dapat mencetak enam gol saja di semua penampilan yang ia jalanin.

Kejar Semua Gelar                                                        

Cederanya pemain penting milik M.City merupakan salah satu resiko besar yang mereka alami, Akan tetapi guardiola sendiri tetap pada pendirianya untu memenangkan banyak piala yang tersedia.

“Saya harus bertekad besar untuk mendapatkan apa yang ingin tim inginkan karna saya sendiri di bayar untuk membuat tim meraih banyak prestasi, Mungkin pada sebelumnya saya kalah dalam FA Cup namun untuk kali ini kami akan selalu percaya diri dalam bermain dan akan terus beusaha semaksimal kami, Karna itu adalah mimpi kami dan semua pemain yang berada di Cityzenz.

Satu Gejala

Guardiola sendiri mengatakan bahwa kami dapat berpeluang besar untuk meraih banyak trofi jika para pemain kami dalam keadaan fit hingga akhir musim di tutup nanti.

“Bila semua pemain kami dalam keadaan sehat dan fit tentu kami lebih muda untuk mengatur strategi untuk memenangkan semua laga.

Liga Inggris 2018/2019 Newcastle Vs Manchester United 0 – 2

Seakan mobil yang baru ganti oli mesin, perjalanan Manchester United sangat mulus setelah Jose Mourinho diganti. Manchester United sejak akhir tahun 2018 silam menunjukkan performa yang sangat luar biasa. Unggul dari Cardiff 4 Skor, Bournemouth 3 skor, Huddersfield 2 skor dan baru saja unggul dari Newcastle 2 skor di Liga Inggris 2018/2019 ini. Berikut sekilas pertandingan Newcastle Vs Manchester United dini hari ini.

Pertandingan yang berlangsung di markas besar Newcastle, Stadion St James’ Park tersebut lebih didominasi oleh Manchester United. Kesebelasan Setan Merah tersebut mendominasi penguasaan bola 2/3 pertandingan tersebut. Hal tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh tim tamu di markas besar Newcastle tersebut.

Pada babak pertama, tidak ada gol yang terjadi samasekali di gawang Newcastle maupun Manchester United. Namun pada babak kedua, Manchester United berhasil mencuri 2 gol ke gawang Newcastle. Kedua gol tersebut disumbangkan masing-masing oleh Romelu Lukaku pada menit ke 64 dan Marcus Rashford pada menit ke 80.

Dari segi performa permainan, Manchester United juga tampak jelas lebih baik daripada Newcastle pada pertandingan tersebut. Akurasi operan dari kesebelasan Manchester United lebih akurat dibandingkan oleh Newcastle. Di samping itu, dalam membangun serangan dan penetrasi ke lini pertahanan lawan juga tampak jelas kesebelasan setan merah ini lebih kompak. Oleh karena itu, para pengamat sepakbola memprediksi Manchester United cenderung menang setelah babak pertama yang berakhir seimbang.

Everton Gagal Dominasi Leicester Di Awal Tahun 2019 Ini

Everton baru saja menjamu Leicester ke markas besarnya, Stadion Goodison Park dalam ajang Liga Premier Inggris. Pada pertandingan tersebut Everton berhasil mendominasi permainan namun gagal dalam mendominasi skor atas Leicester. Bermain sempurna sudah menjadi tuntutan dari setiap kesebelasan untuk memenangkan pertandingan. Namun terkadang meski sudah berusaha dengan performa terbaik tidak menjadi jaminan bagi suatu kesebelasan untuk menang.

Hal tersebut terjadi pada Everton di awal tahun 2019 ini. Everton yang mendominasi di markas besarnya harus menelan kekalahan dengan skor 0-1 oleh Leicester. Pada keseluruhan pertandingan, Everton mendominasi 60% posisi bola dengan akurasi operan yang lebih tinggi dibandingkan Leicester. Selain itu, Everton juga lebih rajin melakukan percobaan tembakan untuk memetik skor pada pertandingan tersebut. Namun naasnya, Everton malah tidak berhasil mencetak 1 skor pun dari 17 percobaan tembakannya pada pertandingan tersebut.

Sedangkan di sisi lain, Leicester yang hanya melakukan 8 kali percobaan tembakan berhasil meraih 1 skor di babak kedua tepatnya pada menit ke 58. Gol tersebut dicetak oleh Jamie Vardy dengan sempurna ke gawang tim tuan rumah pertandingan tersebut. Memang harus diakui bahwa kesebelasan Leicester lebih lihai dalam membangun serangan. Dengan hanya 8 kali percobaan, Leicester berhasil membahayakan gawang Everton sebanyak 4 kali. Terbalik bagi Everton yang melakukan 17 kali percobaan hanya berhasil 2 kali saja membahayakan gawang Leicester. Bak seperti hoki tidak berpihak pada Everton, kesebelasan harus memulai tahun 2019 ini dengan kekalahan atas Leicester di Liga Premier Inggris.